Rabu, 26 Juni 2013
Dialog Dini Hari
Awalnya menuju senja yang lemah namun kuat pada waktu yang tak tertentu. Disana aku keluar dari bilik pintu rapuh, aku melihat matahari terlalu cepat untuk tidur dari permukaan bumi, semilir angin berhembus dari sudut pandang yang jauh melihat ke langit dimana tak ada satu centi pun yang dapat digapai. Kumpulan awan berwarna jingga semakin menghitam, ketika ku lihat dentuman detik ternyata malam pun tiba, aku tak khawatir apapun, justru aku menunggu moment ini sebagai bahan refleksi diri. Aku mencoba menatap bulan yang berbentuk setengah lingkaran yang menandakan begitu sahaja nya ciptaan tuhan ini menyapa manusia. Bintang ternyata tak mau kalah saing untuk menampilkan cahaya terbaik nya, yaa aku mengerti 2 ciptaan tuhan ini sedang hangat-hangat nya bercanda di ruang yang tak pernah tersentuh oleh tangan manusia (galaksi). Suara khas nyamuk dan perbincangan cicak malam sangat menarik untuk didengar lebih jauh, namun cahaya bulan dan bintang tetap menghipnotis ku untuk menatap nya. Tuhan begitu baik menempatkan waktu yang pas untuk beristirahat, bukan sekedar istirahat raga namun juga istirahat batin dari sibuk nya kegiatan ku seharian ini. Aku mencoba berkomunikasi lewat batin kecil seorang manusia. Ternyata malam ini menyapa lewat indah nya moment yang menhangatkan jiwa dan raga. Sekarang aku tahu kapan saat nya aku berdialog dengan malam. Terimakasih Tuhan :)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
kereeeeen !!!!
BalasHapuskalo bisa mapir ke http://articvisual.blogspot.com/ dooooong
BalasHapus